Profil BP2B

Profil BP2B

SELAYANG PANDANG TENTANG BP2B KELAS A

     Balai Pengembangan Perikanan Budidaya Kelas A / Balai Budidaya Ikan Air Payau dan dan laut (BBIAPL) Kelas A merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang bertugas melaksanakan kegiatan pengembangan Budidaya Perikanan Air Payau dan Laut. BBIAPL Kelas A mempunyai peranan dalam hal penyediaan benih bermutu bersertifikat yang diupayakan dengan Sistem Cara Pembenihan Ikan yang baik (CPIB) dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Jenis ikan yang dikembangkan dan diproduksi oleh BBIAPL Kelas A merupakan jenis ikan air payau, air laut, dan tawar meliputi Udang Vaname, Ikan Bawal, Ikan Kerapu, Lobster, Ikan Lele, Ikan Nila Merah, Ikan NIla Hitam, Ikan Grasscarp, Ikan Nilem, Ikan Tawes, Ikan Patin, Ikan Gurame, Ikan Karper, Ikan Koi, Ikan Bawal, Ikan Komet, dan Ikan Beong.

    Sesuai Pergub Jateng No. 87 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut Kelas A, mempunyai tugas melaksanakan teknis operasional dan atau kegiatan teknis penunjang tertentu Dinas di Bidang Produksi dan Penerapan Teknologi serta Pelayanan Usaha dan Jasa.

FUNGSI BP2B/BBIAPL KELAS A 
  • Penyusunan rencana teknis oprasional di Bidang Produksi dan Penerapan Teknologi serta Pelayanan Usaha dan Jasa.
  • Koordinasi dan pelaksanaan teknis oprasional di Bidang Produksi dan Penerapan Teknologi serta Pelayanan Usaha dan Jasa.
  • Evaluasi dan pelaporan di Bidang Produksi dan Penerapan Teknologi serta Pelayanan Usaha dan Jasa 
  • Pengelolaan ketatausahaan dan,
  • Pelaksana tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya. 
VISI & MISI BP2B/BBIAPL KELAS A 
VISI 

Membangun Perikanan Budidaya Air Payau Laut Secara Bertanggung Jawab, Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan yang Berbasis IPTEK. 

MISI 
  • Peningkatan Produksi Budidaya Ikan Air Payau dan Laut.
  • Pengembangan Teknologi Budidaya Ikan Air Payau dan Laut.
  • Pengembangan Usaha Budidaya Ikan Air Payau dan Laut yang Berstandar CBIB dan Berdaya Saing.

 

LOKA - LOKA LINGKUP BP2B / BBIAPL KELAS A :

1. PBI TUGU

     Loka Budidaya Ikan Air Payau (BIAP) Tugu terletak di Jalan Karanganyar Tugu Kawasan Industri Wijayakusuma Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu Kota Semarang. Saat ini fasilitas di Loka BIAP Tugu digunakan sebagai pusat pengembangan dan penerapan teknologi budidaya ikan air payau. Loka BIAP Tugu didirikan untuk memenuhi kebutuhan udang Vanname, ikan Nila Salin dan ikan Lele di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. Loka BIAP Tugu berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Kelas A.

      Lahan Produktif yang dimiliki oleh loka BIAP Tugu berjumlah 10 petak tambak dengan areal seluas 29.306 m2 dan kolam bundar sebanyak 9 unit. Petak tambak digunakan untuk budidaya udang Vaname dan ikan Nila Salin. Sedangkan kolam bundar digunakan untuk budidaya lele. Sumber air untuk tambak berasal dari air laut dan untuk air tawar berasal dari air laut dan untuk air tawar berasal dari sumur bor. Sedangkan untuk kolam bundar berasal dari sumur air tawar di lingkungan Kantor Loka BIAP Tugu.

      Komoditas unggulan di Loka BIAP Tugu adalah udang vanname. Udang vanname memiliki tingkat pertumbuhan dan masa pemeliharaan yang relatif cepat yaitu berkisar antara 100-110 hari serta memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang tinggi.  Komoditas yang dibudidayakan di Loka BIAP Tugu antara lain udang vanname, ikan nila salin, bandeng, dan ikan lele.

2. PBI MARIBAYA   

      Loka PBI Maribaya berada di Jl.Raya Beringin Km.10 Desa Maribaya Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Pada tahun 1960-2000 loka PBI Maribaya dikenal dengan tambak Dinas Perikanan Jawa Tengah. Masyarakat sekitar desa Maribaya dahulu menyebutnya sebagai Kantor Jawatan Perikanan. Tahun 2000 - 2003 ada perubahan nama menjadi Unit Pembinaan Budidaya Air Payau Maribaya Tegal. Tahun 2003 berubah nama menjadi Satker Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Payau Maribaya Tegal. Tanggal 30 Juni 2008 - 2017 ada perubahan nama Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BPBIAL). Tahun 2018 sampai dengan tahun sekarang menjadi Loka Budidaya Ikan Air Payau (BIAP) Maribaya Tegal sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No.87 Tahun 2021. Loka BIAP Maribaya merupakan unit non struktural yang dipimpin oleh seorang Koordinator yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Kelas A.

      Loka PBI Maribaya dengan luas lahan tambak yang produktif sekitar 18.000 m2 yang terdiri dari 5 patakan plastik HDPE, dan 3 petakan tambak tanah lumpur. Dengan ketinggian tempat 0.4 meter dpl, kemiringan tanah 00 , dasar laut pasir, jenis tanah Lempung berpasir, suhu udara berkisar 27,05 - 33 0C dan curah hujan rata-rata di musim penghujan 26.33/hari dan di musim kemarau 5,75 mm.hari. Sumber air yang digunakan untuk budidaya berasal dari air laut dan untuk air tawar berasal dari sumur bor.

Komoditas yang dibudidayakan dan menjadi unggulan di Loka PBI Maribaya adalah Udang Vannamei.

 

3. PBI SLUKE

5. PBI JANTI

Loka PBI Janti berdiri pada tahun 1979 dengan nama Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Janti, Pada tahun 2000 berubah nama menjadi Satuan kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (Satker PBIAT) Janti. Tahun 2014 namanya berubah lagi menjadu Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (loka PBIAT) Janti. Pada tahun 2018 namanya berubah menjadi Loka Janti. Pada tahun 2021, berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 87 Tahun 2021, Loka Janti berubah nama menjadi Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Janti. Loka PBI Janti terletak di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. 

     Loka PBI Janti dibangun pada tahun 1979 di atas lahan seluas 2,89 hektar (28,425 M2). Luas kolam 1,7 hektar (59,80%), bangunan dan ruang terbuka 0,98 hektar (34,47%) dan saluran 0,16 hektar (5,73%), dengan ketinggian tempat  +  203 meter dpl, kemiringan tanah 2-3% dengan jenis tanah padas. Sumber air berasal dari Umbul Nilo dan Umbul Wunut Jarak 1,8 km, melalui saluran irigasi semakin berkurang dengan debit berkisar 15-20 liter/detik.

Komoditas utama di Loka PBI Janti adalah Ikan Nila Larasati. Nila ini merupakan nila asli berasal dari Loka PBI Janti. Nila Larasati memiliki keunggulan berupa pertumbuhannya yang cepat, nila merah ini juga tahan terhadap penyakit.  

Kegiatan yang dilaksanakan di Loka PBI Janti meliputi: 

  1. Perbenihan Ikan, Teknologi perbenihan Ikan yang dilaksanakan Loka Janti adalah dengan menggunakan Sistem Janti (pengetakan) dan Sistem Sapih Benih. 
  2. Kegiatan Broodstock untuk menghasilkan calon induk unggul Nila Pandu dan Nila Kunti dan benih bermutu Nila Larasati 
  3. Perbanyakan calon induk ikan nila

6. PBI MUNTILAN

    Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Muntilan terletak di Jalan Kerkaf No. 1 Desa Muntilan, Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Mulai tahun 2018 dikenal dengan nama laboratorium Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (LPKIL) Muntilan. Pada tahun 2021, sesuai dengan Peraturan Gubernuran Jawa Tengah No. 87 Tahun 2021, (LPKIL) Muntilan berganti nama menjadi Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Muntilan. Loka PBI Muntilan, merupakan unit organisasi non struktural yang dipimpin oleh seorang koordinator yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Kelas A.

Loka PBI Muntilan terletak di ketinggian 350 m di atas permukaan air laut yang mempunyai topografi landai sampai datar dengan suhu udara berkisar antara 25oC - 33oC. Mempunyai luas lahan 2,93 hektar dengan sumber air berasal dari Saluran irigasi Sungai Lamat. Debit air musim hujan 20-30 liter per detik, sedangkan pada musim kemarau 5-10 liter per detik. 

      Komoditas yang dibudidayakan di Loka PBI Muntilan antara lain, gurami, karper/mas, nila merah, nila hitam, tawes, nilem, lele, wader dan papuyu. Strain gurami yang dikembangkan adalah gurami soang atau bastar dan gurami Majalengka serta gurami Jambi. Untuk ikan mas terdapat strain Rajadanu, Merah Muntilan, Sinyonya, Majalaya, Mustika dan Najawa. Strain nila hitam Nirwana 3, nila merah singapur dan nila merah Cangkiran  

Loka Muntilan telah melakukan berbagai kegiatan seperti:

  1. Memproduksi benih ikan Gurami, Karper, Nila, Tawes dan Nilem dan ikan konsumsi. 
  2. Broodstock Centre Gurami 
  3. Melaksanakan kegiatan budidaya berupa pembenihan dan pembesaran 
  4. Penyediaan calon induk kualitas unggul 
  5. Pengujian laboratorium berupa pengukuran kualitas air 

7. PBI NGRAJEK

     Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Ngrajek berada di JL. Mayor Kusen No.4 Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Loka PBI Ngrajek berdiri sejak tahun 1962, dengan nama Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Ngrajek. Pada tahun 2003 BBIS Ngrajek berganti nama menjadi Satker PBIAT Ngrajek, Sejak tahun 2018 BBIS Ngrajek berubah nama menjadi Laka Ngrajek. Pada tahun 2021, sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 87 tahun 2021, Loka Ngrajek berganti nama menjadi Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Ngrajek. Loka PBI Ngrajek, merupakan unit organisasi non struktural yang dipimpin oleh seorang koordinator yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Balai Budidaya Ikan Iar Payau dan Laut (BBIAPL) Kelas A.

Loka PBI Ngrajek dibangun pada tahun 1962 dan arealnya diperluas pada tahun 1964 menjadi 5,3 Ha dan berada di ketinggian + 340 diatas permukaan air laut. Sumber air budidaya yang digunakan berasal dari 2 mata air (Mudal dan Combrang) yang ada di Desa Ngrajek Mungkid, Kabupaten Magelang, dengan debit mencapai 45 liter/detik pada daerah saluran dan 5 liter/detik pada daerah ujung saluran. 

Orientasi awal yang masih tetap menjadi andalan Loka PBI Ngrajek hingga saat ini adalah penyediaan benih dan calon induk ikan air tawar unggul, seperti:

  • Lele Mutiara, Lele Sangkuriang, Phyton (Clarias sp)
  • Tawes (Puntius Javanicius) 
  • Karper Merah Cangkringan, Rajadanu (Cyprinus Carpio) 
  • Nila Merah (Oreochromisniloticus) 
  • Nila Gift/hitam (Oreochromis sp)
  • Nilem (Osteochilus hasseiti)
  • Grass carp (Otenoparyngodonidellus) 
  • Patin (Pangasius sp)
  • Beong (Mystus Nemurus) 
KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN 
  • Broodstock Center Lele (BCL)
  • Produksi Benih Unggul 
  • Produksi Calon Induk Lele 

8. PBI AMBARAWA

     Loka PBI Ambarawa berlokasi di JL Pemuda No. 94 Ambarawa, Kabupaten Semarang, Loka PBI Ambarawa berdiri sejak tahun 1945 dengan nama Rumah Jaga Balai Benih Ikan. Pada tahun 2002 namanya menjadi Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (Satker PBIAT) Ambarawa, dan tahun 2016 menjadi Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (Loka PBIAT) Ambarawa. Mulai tahun 2018 kemudian menjadi Laboratorium Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (LPKIL) Ambarawa. Pada tahun 2021, sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 87 Tahun 2021, LPKIL Ambarawa berganti nama menjadi Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Ambarawa. Loka PBI Ambarawa, merupakan unit organisasi non struktural yang dipimpin oleh seorang koordinator yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Kelas A. 

  • Ikan Budidaya: Nila, Nilem, Karper, Gurame, Ikan Hias 
  • Pegawai: 6 Orang ( 3 ASN, 3 NON ASN )
  • Luas Lahan: 9650 m2 (0,96 Ha)
  • Luas Kolam: 4479 m2 (48 Kolam) 
  • Sumber Air: Irigasi Sungai Panjang 
KOMODITAS YANG DIBUDIDAYAKAN 
  • Ikan-ikan yang dipijahkan di Loka PBI Ambarawa antara lain:
  • Ikan Nila Hitam (Gift) 
  • Ikan Karper 
  • Ikan Lele 
  • Ikan Koi 
  • Ikan Gurami Soang 
  • Ikan Komet 
  • Ikan Hias Guppy, Molly dan Platy 

9. PBI SINGASARI

      Pada tahun 2018 Loka Perbenihan dan Budidaya ikan (PBI) Singasari masih dikenal dengan nama Laboratorium Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (LPKIL) Singasari. Pada tahun 2021, sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 87 Tahun 2021, LPKL Singasari berganti nama menjadi Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Singasari. Loka PBI Singasari, merupakan unit organisasi non struktural yang dipimpin oleh seorang koordinator yang bertanggungjawab kepada Kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Kelas A. Loka PBI Singasari terletak di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. 

     Loka PBI Singasari memiliki luas tanah + 2 Ha dengan lahan kolam yang produktif sebesar + 0,5 Ha yang terdiri dari 48 petak kolam mulai dari ukuran 2,10 c 3,45 m hingga ukuran 19,40 x 48,70 m dan hatchery dengan 4 buah bak yang terdiri dari 3 bak berukuran 2x2x1 m dan 1 bak berukuran 3x6,35x1 m. Sedangkan sumber air berasal dari sungai Sekar. 

Komoditas perikanan yang dikembangkan di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Singasari adalah jenis ikan konsumsi air tawar di antaranya yaitu; ikan Gurami, ikan Nila, ikan Lele, ikan Nilem, ikan Bawal, dan ikan Karper

10. PBI RANDUDONGKAL

     Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Randudongkal pada tahun 2014 masih dikenal dengan nama BBI Randudongkal. Mulai Tahun 2018 kemudian menjadi Laboratorium Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (LPKIL) Randudongkal. Pada tahun 2021, sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 87 Tahun 2021, LPKIL Randudongkal berganti nama menjadi Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Randudongkal. Loka PBI Randudongkal, merupakan unit organisasi non struktural yang dipimpin oleh seorang koordinator yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Kelas A. Loka PBI Randudongkal terletak di Jalan Raya Randudongkal - Moga km.2 Desa Banjaranyar Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang. 

    Loka PBI Randudongkal memiliki Luas lahan kurang lebih 1,5 ha dengan luas kolamnya kurang lebih 6.300 m2 dan luas bangunan keseluruhan sebesar 252 m2. Loka PBI Randudongkal memiliki kolam sebanyak 24 kolam yang terdiri dari kolam semi permanen 5 petak dan kolam beton 19 petak. Air sumber masuk berasal dari air Sungai Mejagong. 

Komoditas :
  • Ikan NIla Hitam 
  • Ikan Nila Merah 
  • Ikan Bawal 
  • Dan Ikan Gurame